SELAMAT DATANG DI BLOG GOSTIN RAMON'S

Rabu, 22 Desember 2010

Sejarah Munculnya Google

Google…
unik namanya, unik sejarahnya
Siapa yang tak kenal dengan Google. Bagi semua peselancar dunia cyber pasti sudah sangat akrab dengan Om Google ini. Google sangat terkenal dengan mesin pencari di rimba belantara dunia maya. Yang perlu dilakukan hanyalah mengetik kata sandi yang diinginkan maka Om Google akan melacak dan mencari informasi apapun yang diinginkan.
Google dengan dua “o” pun unik, sebab jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah “o” akan muncul sebanyak Web yang didapat oleh mesin pencari.
Kata Google berasal dari kata Googlo. Kata itu diciptakan oleh Milton Sirotta, Ponakan Edward Kasner seorang ahli Matematika dari AS. Sirotta membuat istilah Googlo untuk menyebutkan angka 1 (satu) yang diikuti 100 angka 0 (nol), Oleh karena itu penggunaan kata Google merupakan Refleksi dari kata Googlo.
Tapi tahukan Anda, Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik. Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.
Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.
Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.
Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.
Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. Pertemuana mereka terjadi pada pagi buta di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto. Larry dan Sergey memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama.
Melalui demo itu Andy setuju untuk memberikan bantuan dana berupa sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.
Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1 juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.
Misi Google adalah, “untuk mengumpulkan informasi dunia dan menjadikannya dapat diakses secara universal dan berguna.” Filosofi Google meliputi slogan seperti “Don`t be evil”, dan “Kerja harusnya menatang dan tantangan itu harusnya menyenangkan”, menggambarkan budaya perusahaan yang santai.
Saat ini Google merupakan sebuah perusahaan berpredikat nomor satu dalam top 100 perusahaan yang paling diminati di Amerika, dengan jumlah pegawai sekitar 10 ribu orang.

Sejarah Google yang Unik

Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik. Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.

Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.

Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''

Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.

Tugas : MULTIMEDIA


“Orang yang sukses di bidang design grafis”
Affandi  : juragan sablon khusus distro
Omzet    : modal awal Rp15 juta. Itu pun hanya untuk membeli peralatan sablon seperti cetakan sablon, 400 papan tempat kaos yang akan dicetak, meja sablon, dan perlengkapan lainnya .sekarang omzetnya mencapai Rp40 juta per bulan dengan laba sekira 25 persennya atau sekira Rp10 juta.

Istilah distribution store (Distro) mungkin kini sudah tidak asing lagi di telinga Anda, khususnya di kalangan remaja. Banyak remaja kini cenderung memilih distro sebagai tempat mereka berwisata belanja pakaian, ketimbang di sejumlah toko-toko retail besar kenamaan di negeri ini.

Terlebih ciri khasnya yang memiliki edisi model dan jumlah kaos terbatas, maka kaos maupun produk distro lainnya makin digemari para muda-mudi. Namun, kini bisa dikatakan harga kaos-kaos distro memang sudah kompetitif dan tidak lagi semurah saat di awal distro ada. Makin banyaknya pebisnis distro ini disinyalir sebagai alasan harga-harga maupun varian produk distro kini makin meningkat.

Merasa harga kaos distro semakin tinggi, seorang lelaki bernama Mohammad Affandi merasa penasaran dan tergerak ingin mencari tahu mengapa harga kaos saja bisa semahal itu. Dia yang pada saat itu bekerja di sebuah distro cukup ternama di Bandung mulai memperhatikan dan tidak malu bertanya kepada rekanannya di sana bagaimana proses pembuatan kaos tersebut. Setelah mengetahuinya, dia pun tergerak ingin mempunyai usaha sendiri.

"Awalnya saya bekerja di sebuah distro di Bandung. Saya melihat kok harga-harga kaos makin mahal saja ya, saya pun jadi tergerak untuk mencari tahu bagaimana prosesnya dan apa benar harga aslinya juga semahal itu. Saya pun bertanya kepada teman saya yang berpengalaman di sana, lama-lama jadi tahu. Dari situ lah saya ingin bergerak punya usaha sendiri," tutur lelaki yang mengaku tidak menamatkan kuliahnya di jurusan desain grafis, belum lama ini.

Namun, bukan usaha distro lah yang dipilihnya sebagai lahan usahanya, melainkan usaha bagian produksinya yaitu sablonan. Meski usaha sablon, dia tetap memilih sablon khusus pakaian distro yang diproduksinya, bukan sablon spanduk, kaos olahraga, jaket, atau pun kaos-kaos pesanan partai politik.

"Saya memutuskan untuk membuka usaha sablonan ini karena saya hobi mendesain yang sangat erat hubungannya dengan proses sablon dan harus detail. Selain itu, modal usahanya minimalis, kerjaannya juga santai, tapi tetap menguntungkan," ujarnya.

Mula buka usahanya itu, dia mengaku mengeluarkan modal awal Rp15 juta. Itu pun hanya untuk membeli peralatan sablon seperti cetakan sablon, 400 papan tempat kaos yang akan dicetak, meja sablon, dan perlengkapan lainnya. Sementara untuk kain atau bahan kaos, menurutnya itu sudah masuk ke bagian produksi, sehingga modal untuk bahan dimasukkan ke dalam biaya pemesanan pelanggan.

"Modal awal tersebut saya peroleh dari hasil tabungan saya bekerja di distro sebelumnya dan juga hasil pekerjaan saya yang pernah menjadi agen penyalur pesanan dari pelanggan ke orang-orang sablonan," ungkap pebisnis sablon sejak dua tahun lalu itu.

Meski modal awal yang dikeluarkan cukup besar, menurutnya itu berlaku dan bermanfaat untuk jangka panjang. Buktinya, katanya, sampai saat ini dia masih menggunakan peralatan yang dia beli di awal tersebut.

Bahkan, dia mengatakan sejak setahun lalu dia sudah menambah satu mesin press (mesin cetak) seharga Rp14 juta. Sebelum memiliki mesin cetak tersebut, dia mengaku menitipkan ke sablonan lain yang memiliki mesin cetak tersebut.

"Sebenarnya dua sampai tiga bulan mula bisnis, itu (mesin press) sudah bisa dibeli, tapi masih ada kebutuhan-kebutuhan yang lebih penting lainnya," tukasnya.

Dia mengatakan, dari usahanya itu dia bisa memperoleh omzet Rp40 juta per bulan dengan laba sekira 25 persennya atau sekira Rp10 juta. Penghasilan tersebut berasal dari pemesanan sekira 2.000 lembar (pieces) kaos tiap bulannya. Tapi bila pemesanan sedang ramai, khususnya saat jelang Ramadhan, libur sekolah, dan akhir tahun, maka produksi bisa mencapai 6.000 kaos.

"Bila Ramadan, omzet bisa naik tiga kali lipat dan laba bisa mencapai Rp40 juta. Itu dari pemesanan 6.000 pieces (full order)," ungkapnya.

Meski berlokasi di Bandung, tapi menurutnya banyak pemesanan justru datang dari luar Bandung, yakni dari Jakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Solo. Alasannya, karena distro-distro di Bandung biasanya sudah memiliki usaha produksi atau sablonan sendiri.

Kini, usaha sablonan itu telah mempekerjakan 15 orang, bertambah dari awal usaha yang hanya memiliki delapan orang karyawan. Untuk mengembangkan bisnis sablonannya itu, menurutnya tidak terlepas dari prinsip kepercayaannya kepada pelanggan. Selain itu, jujur, tepat waktu, dan tetap menjaga kualitas produk harus tetap dikedepankan. "Kita harus menjaga kualitas dan memberikan excellent service (servis terbaik) kepada pelanggan, dan tentunya saling percaya," imbuhnya.

Kendati demikian, bukan berarti usahanya itu tidak mengalami satu pun kendala. Kendala, menurutnya pasti ada, seperti dalam mencari bahan.

Karena menurutnya di pabrik itu belum tentu selalu tersedia stok warna bahan yang dia butuhkan. Solusinya, dia harus bisa mengakali mencari jenis warna bahan yang tidak begitu jauh dari tipe warna yang dia butuhkan.

"Kalau dari pembayaran pemesanan, Alhamdulillah tidak pernah (ada kendala). Karena di antara kami juga ada kesepakatan akan adanya sistem pembayaran mundur.

Misalnya, produksi selesai 1 Agustus, maka pelunasannya bisa satu bulan setelah itu," tuturnya.

Selain menerima desain orang lain dan memproduksinya, ternyata usaha sablonan Affandi ini juga memproduksi kaos merek dan desainnya sendiri. Ilmu yang diperolehnya sewaktu masa kuliah di jurusan desain grafis ternyata tidak disia-siakannya. Dia pun memiliki dua merk desainnya, yaitu Mellow dan Littlecake.

"Kalau produksi merk kaos sendiri sih tidak banyak, proporsinya paling hanya sekitar 20 persen dari total produksi. Itu juga kalau ada sisa-sisa bahan kaos yang sudah tidak terpakai lagi," ujarnya.

Menurutnya, dari bahan sisa pemesanan pelanggannya itu bisa dia manfaatkan untuk mengolahnya lagi menjadi kaos mereknya itu. Dia pun menjual seharga Rp80 ribu untuk kaos hasil desainnya itu. "Itu dijual Rp80 ribu, tapi kan limited edition (edisi terbatas)," tukasnya.

Ternyata kaos desainnya itu juga banyak peminatnya. Meski dia hanya mempromosikannya dari mulut ke mulut atau dari internet, seperti facebook, ternyata animo teman-temannya cukup baik. Dia pun banyak memperoleh pesanan kaos desainnya itu. "Ya, lumayan juga ternyata peminatnya," imbuhnya.

Selain diproduksi menjadi kaos desain sendiri, ternyata sisa-sisa bahan produksi itu juga masih bernilai ekonomis. Pasalnya, sisa-sisa bahan menurutnya terkadang juga dibeli penadah kain bekas yang biasa mereka olah lagi menjadi jok kursi dan sebagainya. Sisa kain bekas itu bisa dihargai Rp8 ribu per kg.

"Lumayan juga hasilnya, yang tadinya cuma kain bekas dan tidak bisa diapa-apakan lagi, ternyata masih bisa menghasilkan uang lagi," pungkasnya. (*/okezone)


VISI,MISI,DAN TUJUAN STMIK BUMIGORA MATARAM


Visi STMIK bumigora mataram adalah “menjadi perguruan tinggi berbasis teknologi informasi  yang siap berkompetisi dan beradaptasi terhadap perubahan global”.
STMIK bumigora merupakan sekolah tinggi computer yang memilki mimpi di masa depan mampu berkompetisi dengan perguruan tinggi lain baik lulusan,sumber daya dan manajemennya.selain itu di masa mendatang STMIK Bumigora mampu beradaptasi dengan perubahan global seperti perkembangan teknologi informasi,tuntutan satakeholder/pasar kerja nasional dan regional,serta perubahan ekonomi dan kebijakan pemerintah.di samping itu STMIK Bumigora menjadi salah satu perguruan tinggi yang berperan aktif dalam menjalin hubungan dengan perguruan tinggi lain dalam rangka mengurangi disparitas ke ilmuan dan sumber daya.
Misi STMIK Bumigora Mataram adlah “menyelenggarakan,memantapkan dan mengembangkan pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi berbasis teknologi informasi secara harmonis,proporsional dan professional”.
STMIK Bumigora mempunyai kompitmen dan professional dalam pendidikan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi (TI) dan memantapkan perannya sebagai penunjang serta pelaksana pembangunan .
Tujuan STMIK Bumigora Mataram adlah :
1.      Menghasilkan lulusan yang berkualitas,kreatif dan inovatif terhadap perkembangan TI ,berwawasan global,bermoral tinggi serta mampu mengembangkan dan mengamakan ilmu pengetahuajn yang bermanfaat bagi masyarakat luas dalam segala aspek kehidupan.
2.      Meningkatnya kegiatan penelitian dan pengabdiakn pada masyharakat yang berbasis TI.
3.      Terciptanya lingkungan yang harmonis dan kondusif yang mengutamakan kebersamaan dan menumbuhkan suatu kerjasama tim (team work) bagi internal manajemen.
Ketiga tujujan STMIK Bumikgora di atas memiliki makna bahwa lulusan yang di hasilkan adlah lulusan yang mampu menghasilkan karyah ilimiah dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan keahliannya. Di samping itu lulusan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan TI,mampu berbahasa inggris serta beretika sesuai dengan bidangnya.civitas akademika di dorong untuk meningkatkan penelitian dan pengabdian masyaraka yang berbasis TI yang bermanfaat bagi masyarakat.Upaya ini di lakukan antara lain dengan mengikuti kegiatan ilmiah tingkat local,nasional maupun internasional.Untk mewujudkan hal-hal tersebut di atas di perlukan suatu lingkungan yang di dukung oleh penggunaan sumber daya secara optimal dan berkujalitas dalam menejemen internal.    

PROGRAM PENDIDIKAN



Program Pendidikan yang di selenggarakan oleh STMIK Bumigora terdiri dari:
1.    Jurusan Teknik Informatika :
-Jenjang Strata Satu (S1) regular
-Jenjang Strata Satu (S1) non regular(ekstensi)
-Jenjang Diploma Tiga (D3)
       2.   Jurusan Manajemen Informatika
            -jenjang diploma tiga(D3)
            -Jenjang diploma dua(D2)
            -Jenjang diploma satu(D1)
A.JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
1.JENJANG STRATA SATU
REGULER
Jenjang strata  S-1 STMIK Bumigora mataram adlah program yang di rancang agar para lulusannya nanti memiliki kemampuan atu kompetensi untuk menformulakan masalah yang berkaitan dengan informatika,kemampuan teknis mengaplikasikan konsep atau teori dalam disain dan analisis system,memilih dan menggunakan teknik pemrograman dan perangkat lunak aplikasi yang sesuai.program studi S1 teknik informatika memiliki kurikulum berbasis kompetensi yahng akan menghasilkan lulusan yang memiliki salah satu dari tiga kompetensi  berikut,yaitu kompetensi rekayasa perankat lunak ,jaringan computer dan multimedia .program studi ini memiliki agikhan beban studi 150 sks,lulusan dari program ini nantinya dapat menyandang gelar sarjana computer dengan lama study 4 sampai dengan 7 tahun.   
NON REGULER (EKSTENSI)
Jenjang strata  S-1 STMIK Bumigora mataram adalah program yang di rancang khusus bagi yang sudah bekerja atau mahasiswa yang sudah 2 tahun tidak mengikuti kuliah.lulusannya di harapkan memiliki kemampuan atau kompetensi unutk memnformulakan msalah yang berkaitann dengan informatiika,memiliki kemampuan teknis mengaplikasikan konsep atau teori dalam desain dan analisa system,memilih dan menggunakan teknik pemrograman dan perangkat lunak aplikasi yang sesuai.Program studi ini memiliki beban studi 144 sks.lulusan dari program ini nantinya dapat menyandang gelar serjana  computer dengan lama studi 3 sampai 5 tahun.
2.JENJANG DIPLOMA 3
Jenjang D3 Teknik Informatika STMIK Bumigora Mataram adalah program yang di harapkan dapat menguasai teknologi yang di khususkan pada pengolahan data serta perancangan dalam analisa system.Program ini memiliki agihan beban studi 110 sks dengan perincian mata kuliah sebagai berikut : Untuk kurikulum nasional MPK sebanyak 10 sks,MKK 46 SKS,MKB 54 SKS.lama studi yang di tawarkan pada jenjang ini adalah 3 sampai dengan 5 tahun,dan lulusan dari jenjang ini dapat memperoleh sebutan Profesional Ahli Madya (AMd).
B.JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA
1.JENJANG DIPLOMA TIGA
Jenjang D3 manajemen informatika di harapkan menghasilkan lulusan yang dapat menciptakan aplikasi pengolahan data dan perancangan system informasi.jenjang ini mempunyai agihan bebaan studi sebesar 110 sks.Lama studi jenjang ini adalah 3 sampai dengan 5 tahun,dan lulusannya berhak untuk menyandang gelar Profesional Ahli Madya (AMd).
2.JENJANG DIPLOMA DUA
Jenjang D2 manajemen informatika di harapkan dapat menguasai system informasi computer pengolahan data,jenjang ini mempunyai agihan beban studi sebesar 86 sks.Lama studi untuk jenjeng ini 4 sampai dengan 6 semester dan lulusannya berhak untuk memperoleh sebutan Profesional Ahli Muda (AM).
3.JENJENG DIPLOMA SATU
Jenjang D1 menejemen informatika di harapkan untuk menghasilkan lulusan yang siap tejun kepasar kerja yang membutuhkan tenaga yang menguasai system operasi dan aplikasi komputrer.jenjang ini mempunyai agihan beban studi 43 sks dengan lama studi 2 sampai dengan 3 semester.Lulusan ini berhak unutk memperoleh sebutan Profesional Ahli Pratama.    

Cara mematikan komputer LAN lewat Command Ms Dos Prompt

Secara default di windows tidak ada service untuk remote. Yang ada hanya File Sharing (port 445) dan Printer Sharing. Untuk bisa diremote lewat LAN maka kita harus mengaktifkan service telnet (port 23) di komputer tujuan. Jika sudah aktif maka dari komputer lain yang ada di LAN kita lakukan langkah2 berikut:

1. Run > cmd [Enter] "untuk membuka command prompt",
2. Di command prompt kita ketik telnet > [Enter],
3. Ketik o (huruf O) > [Enter],
4. Ketikan IP address komputer tujuan > [Enter]
5. Masukan Username dan Password yang ada di komputer tujuan (jika ada) > [Enter]
6. Jika Autentikasi diterima maka anda sudah langsung berada di dalam System si komputer tujuan
7. Langkah terakhir, ketik shutdown -f > [Enter]. (parameter -f digunakan untuk force shutdown/shutdown dengan paksa).

Selamat mencoba!!!

Selasa, 21 Desember 2010

Fungsi IF Nested untuk menentukan jurusan siswa

Kita coba lagi buat aplikasi dari fungsi IF untuk menentukan jurusan siswa. Supaya anda bisa tahu yang saya maksudkan bisa lihat keterangan tabel dan gambar di bawah ini.

Keterangan tabel: (anda bisa klik gambar untuk memperbesar ukurannya)
Sel B6 -> B9 adalah Kode jurusan (anda bisa latihan dengan kode lain)
Sel D6 adalah nama mahasiswa

Sel C6 akan diisi formula, hasil C6 akan mengacu ke sel B6


Isi sel C6 dengan formula berikut:
=IF(B6="MAT",("MATEMATIKA"),IF(B6="FIS",("FISIKA"),IF(B6="BIO",("BIOLOGI"),IF(B6="KIM",("KIMIA"),IF(B6="GEOFIS",("GEOFISIKA"),IF(B6="GEOGRAF",("GEOGRAFI"),IF(B6="ILK",("ILMU KOMPUTER"),IF(B6="INSTR",("INSTRUMENTASI & ELEKTONIKA"),"STATISTIK"))))))))

Copy formula C6 ke C7 sampai C14
hasilnya bisa tampak seperti di bawah ini



Jika anda ingin mendownload contoh file di atas dalam format xls, silahkan klik disini